Viagra

Archive for March, 2009

Survivor; Perempuan Itu…? [2]

Tuesday, March 24th, 2009

Sambungan dari Survivor; Perempuan itu…? [1]

[Survivor]; Perempuan Itu…? [2]

Oleh I Wayan “Gendo” Suardana

Made Israwin namanya, anak perempuan satu-satunya di keluarga itu, tumbuh berkembang dengan tiga saudara lainnya -yang semuanya laki-laki-. Kade, begitulah panggilan bagi perempuan ini -sebuah panggilan yang umum diperuntukan bagi anak nomor dua di Bali-. Jarak kelahiran yang tidak begitu jauh menyebabkan Kade dan saudara-saudaranya kelihatan sebaya. Mereka cukup sederhana karena memang lahir dari keluarga yang sederhana pula.

Awalnya, kehidupan keluarga ini lebih dari cukup. Dengan pendapatan ayahnya sebagai seorang Tukang cukur rambut -yang sangat terkenal – membuat secara ekonomi keluarga ini tidak ada permasalahan. Masa kecil empat bersaudara ini  tidak ada permasalahan sama sekali.

Pagi hari mereka bersama-sama berangkat ke Sekolah Rakyat, kecuali Ketut -laki-laki paling bungsu-  yang tetap di rumah karena dia belum bersekolah. Lalu pulang sekolah membantu ibunya untuk mengurus peliharaan babinya, mulai dari memberi makan sampai membersihkan kandangnya. Dan setelah itu pergi bermain bergabung dengan teman-teman lainnya di kampung dan kembali pulang menjelang sore.

Entah kapan dera itu mulai datang. Kurang lebih saat usia Kade menginjak 8 tahun, tiba-tiba ada suatu kelainan yang terjadi pada kulitnya. Tumbuh bintik-bintik merah dihampir seluruh permukaan kulitnya. Awalnya hanya bintik-bintik merah -tidak terlalu- gatal, tapi tetap menyiksa bagi anak perempuan seumur Kade.

(more…)

Survivor; Perempuan itu…? [1]

Saturday, March 21st, 2009

Survivor; Perempuan Itu…? [1]

Oleh: I Wayan “Gendo” Suardana

“Yan, kamu pegang daun ini, nanti setiap 10 ekor belut kamu belah kecil daunnya ya”, demikian kata seorang perempuan di sore hari kepada anaknya, saat akan menghitung belut yang akan dijual ke pasar keesokan harinya.

Inilah aktivitas yang kerap dilakukan setelah perempuan itu datang dari pasar di sore hari, -tentu setelah mandi dan mengisi perutnya-. Tidak nampak gurat keletihan diwajahnya, walaupun bangun jam empat subuh memasak makanan untuk anaknya sembari menyiapkan dagangannya yang akan dia angkut kira-kira sejam kemudian.

Berkemben batik berbaju kaos, jarak 3 kilometer dilakoninya dengan berjalan kaki ke pasar induk, berbelanja barang tambahan dan selanjutnya naik angkutan kota menuju pasar cabang. Lalu menggelar menggelar dagangannya dari pagi sampai sore hari. mengemas dagangannya -entah habis atau tidak- lalu berjalan pulang melewati jalan lain -melewati persawahan sebagai jalan pintas dari pasar cabang- menuju kerumah.

(more…)

The Hydrant; “seribu” dan Rp. 1000 untuk Hutan Indonesia

Thursday, March 19th, 2009

The Hydrant; “Seribu” dan Rp 1000 untuk Hutan Indonesia

I Wayan “Gendo” Suardana

“Seribu…Seribu..Seribu..” Bila Anda mendengar teriakan seperti itu di tengah konser musik jangan segera menyimpulkan bahwa itu adalah teriakan penjual makanan. Wah bisa berabe, nih . Orang yang belum tahu akan berpikir, “Pedagang apa tuh teriak-teriak di atas panggung?”

Saya sengaja mengawali tulisan ini dengan mencatut ikon “seribu” khas The Hydrant, band penganut rockabilly dari Bali. “Seribu” adalah cara Band ini untuk menyapa dan menanyakan penonton. Kata “seribu” bukan nominal angka tapi plesetan dari kata “setuju”. Selain penampilan mereka yang Rock n’ Roll habis dan permainan panggung yang atraktif, kata “seribu” ini memang sejak awal memikat dan menjerat alam bawah sadar saya bila mengingat Band Rockabilly ini.

Namun sebelum mengulas ketertarikan pada kata “seribu” itu, mari kita mengamati sedikit asiknya band ini.

(more…)

Superman Is Dead; Oase di Tengah Pemikiran Sempit Keseragaman

Saturday, March 14th, 2009

Superman Is Dead; Oase di Tengah Pemikiran Sempit Keseragaman

Oleh I Wayan “Gendo” Suardana

“Superman Is Dead (S.I.D) menginspirasi dan mengajarkan kami tentang indahnya perbedaan dan untuk menghormati keberagaman!” Kurang lebih itulah pendapat salah seorang penonton yang hadir dalam gig semalam (12/3/09) di salah satu pusat hiburan di bilangan Jakarta Pusat. Pernyataan secara terbuka yang diucapkan dalam sebuah panggung “glam” peluncuran album baru S.I.D yang bertajuk Angels & the OutSIDers.

Damn! Saya tersentak dengan pernyataan tersebut. Pernyataan yang sudah sangat lama saya nanti-nantikan tiba-tiba terdengar langsung oleh telinga saya. Mungkin banyak orang yang akan bertanya-tanya, apa istimewanya komentar tersebut? Sehingga harus membuat tersentak? Bukankah pendapat-pendapat seperti itu sudah biasa diucapkan? Lalu apa yang menjadi luar biasa?

(more…)

[Seri; Obed Sekolah 3]; 1 +1 = 2 kaa..?

Friday, March 13th, 2009

karena obed jawab 1 babi + 1 babi = 6 babi, akhirnya Bu Guru menghukum si Obed didepan kelas dan memberikan PR berapa 1 babi + 1 Babi jumlahnya berapa.

Su Obed Pulang sekolah, dia bingung berapa jumlah 1 babi + 1 babi.

(more…)

[Serial; Obed Sekolah 2]; 1 + 1= 6

Tuesday, March 10th, 2009

—buat para pengunjung, sebelum membaca ini silahkan baca [Seri; Obed Sekolah 1]; Protes Lagu–

————————————————————————————————————————————

Setelah Obed protes lagu, Bu Guru kesal, akhirnya dong ngajak murid-murid belajar Matematika

Bu Guru:” Anak-anak, kalian keluarkan buku matematika, kita belajar menghitung”

“baik Bu GUruuuu”, serempak murid-murid menyahut.

(more…)

[Seri; Obed Sekolah 1]; Protes Lagu

Friday, March 6th, 2009

Pas pelajaran Kesenian di kelas 3 SD. Bu Guru ajak anak murid-murid nyanyi-nyanyi.Semua serius nyanyi, tapi Si Obed neh, anak nakal dan tukang protes.

Bu Guru :”anak-anak, kita menyanyi lagu Bintang Kecil, satu..dua..tiga…”. “Bintang Kecil di langit yang biru..” Obed langsung berdiri:” Sa protes Bu Guruu..”

Ibu Guru: “Kenapa Obed?”

Obed:” kalo Bintang Kecil kan ada di malam hari, trus kalo malam, memangnya langit warna biru kaa?”

Bu Guru tra bisa jawab, akhirnya dong ganti lagu:” Kita menyanyi lagu lain saja..lagu Ibu Kita Kartini.. satu..dua..tigaa..”

(more…)