Viagra

Archive for June, 2009

[Puisi Widji Tukul] “Peringatan”

Sunday, June 14th, 2009

Peringatan

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

[Puisi Widji Tukul] “Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa”

Sunday, June 14th, 2009

Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa

aku bukan artis pembuat berita
tapi aku memang selalu kabar buruk buat
penguasa

puisiku bukan puisi
tapi kata-kata gelap
yang berkeringat dan berdesakan
mencari jalan
ia tak mati-mati
meski bola mataku diganti
ia tak mati-mati
meski bercerai dengan rumah
ditusuk-tusuk sepi
ia tak mati-mati
telah kubayar yang dia minta
umur-tenaga-luka

kata-kata itu selalu menagih
padaku ia selalu berkata
kau masih hidup

aku memang masih utuh
dan kata-kata belum binasa

(Wiji Thukul.18 juni 1997)

Seorang sahabat, Wiji Thukul

Sunday, June 14th, 2009

Seorang sahabat, Wiji Thukul

Oleh Linda Christanty

15.34, Selasa, 23 Juni 1998

MARCEL tidak kembali juga. Dia seperti serpihan dari pesawat luar angkasa yang  meledak di ruang hampa, lepas dari jangkauan grafitasi bumi. Hilang. Begitu pula, Sadeli. Kata H, menurut Mulya Loebis, Sadeli mungkin sudah dieksekusi. Jati dan Reza sudah kembali. Nezar, Aan, dan Mugi bebas bersyarat. Kata beberapa kawan, Marcel disembunyikan para pastor di Filipina. Tapi, aku tidak percaya. Menurut kawan-kawan, dia hilang di Tangerang (setelah bertemu A).

Aku pernah sekali melihat ibunya muncul di televisi. Sepasang mata perempuan itu redup berair. Bagaimana ia bisa memahat sepasang mata yang selalu bersinar dan terus-terang pada wajah putranya? N sempat bercerita tentang 103 mayat korban penembakan serta penganiayaan yang mengambang di Kali Bekasi, beberapa waktu setelah kasus penembakan 12 mahasiswa Trisakti. Berita ini ditayangkan Horison. Apakah mereka berdua ada di antara mayat-mayat itu?

Marcel adalah nama lain untuk Bimo Petrus Anugerah, sedang Sadeli adalah nama alias untuk Herman (more…)

NASIB KORBAN PELANGGARAN HAM MASA LALU PASCA PILPRES 2009

Wednesday, June 3rd, 2009

Buletin

SADAR

Simpul Untuk Keadilan dan Demokrasi

Edisi: 209 tahun V- 2009

Sumber: www.prakarsa-rakyat.org

NASIB KORBAN PELANGGARAN HAM MASA LALU PASCA PILPRES 2009


Oleh I Wayan “Gendo” Suardana*

“Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto setuju menegakkan hak asasi manusia dan menghukum mereka yang melanggarnya. Hal itu ditegaskan oleh tim sukses dan petinggi Partai Golkar, PDI Perjuangan, serta Partai Gerakan Indonesia Raya kemarin,” inilah petikan berita dari Koran Tempo (27/5/2009). Tampaknya kedua kubu ini sadar bahwa mereka adalah sasaran tembak dari isu pelanggaran HAM mengingat kedua cawapresnya (Wiranto dari JK Win dan Prabowo dari Mega Pro) adalah mantan Jenderal yang diduga kuat sebagai pelanggar HAM masa lalu.

Saya tidak hendak membahas konstelasi pertarungan para kandidat Presiden dan Wakil Presiden dalam pilpres ini ataupun masuk ke dalam ruang-ruang pencitraan setiap kandidat capres dan cawapres. Tulisan ini dibuat karena pernyataan para tim sukses ini menggelitik akal sehat saya. Bukan mempermasalahkan tekad dan niat mereka untuk menegakkan HAM dengan berjanji untuk mengusut kasus HAM dan sekaligus menghukum para pelakunya. Permasalahannya justru ketika tekad tersebut digarisbawahi dengan syarat bahwa pengusutan kasus HAM akan dilakukan asal tidak mengungkit isu HAM yang terjadi di masa lampau. Bahkan secara terbuka tim sukses ini menyarankan agar masyarakat dan pemerintah lebih baik fokus ke depan sehingga kasus serupa tidak lagi terjadi.


Menyuburkan Amnesia Sejarah

Perjuangan bagi pengungkapan kasus pelanggaran HAM masa lalu mengalami pasang surut. Mulai dari (more…)