Viagra

Archive for the ‘Gerakan Mahasiswa’ Category

KEBEBASAN BEREKSPRESI DI UJUNG BUI (Catatan atas Kriminalisasi Aktivis Mahasiswa ISI Denpasar)

Thursday, May 7th, 2009

KEBEBASAN BEREKSPRESI DI UJUNG BUI

(Catatan atas Kriminalisasi Aktivis Mahasiswa ISI Denpasar)

Oleh: I Wayan “Gendo” Suardana, S.H.

Transisi demokrasi suatu Negara selalu mengalami kondisi pasang surut, satu hal yag paling menakutkan dari keadaan ini adalah menguatnya kekuatan otoritarian tidak hanya secara fisik tapi muncul dalam manifestasi watak kekuasaan dalam berbagai dimensi. Muncul melalui mekanisme demokrasi prosedural seperti pemilu maupun melalui berbagai institusi-instusi Negara termasuk instistusi pendidikan dengan melanggengkan watak rezim Orde Baru yang lekat fasis dan otoritarianisme.

Secara kasat mata, kualitas demokrasi Indonesia saat ini mengalami ujian yang cukup berat. Dalam kurun beberapa tahun belakangan, tercatat berbagai gerakan penyampaian pendapat dari warga Negara mengalami tekanan baik bersifat pembubaran, pelarangan bahkan kriminalisasi dengan menggunakan hukum pidana. Pemdanaan tersebut memanfaatkan berbagai pasal-pasal haatzaai artikelen dan lese majesty serta pasal-pasal “karet” lainnya yang masih berlaku dalam hukum positif Indonesia. Tindakan-tindakan tersebut secara massif dilakukan dalam upaya membungkam kritik yang dilakukan oleh warga negara khususnya oleh mahasiswa.

(more…)

Jeffrey A. Winters, PHD, untuk Buku; “Mengapa Saya Bakar Gambar EsBeYe?”

Thursday, February 26th, 2009

Kata Pengantar untuk buku I Wayan Gendo Suardana,

“Mengapa Saya Bakar Gambar EsBeYe?”

Oleh:

Jeffrey A. Winters, Ph.D. (North Western Univ. Chicago USA)

29 November 2005, Chicago USA

———————————————————————————————————————————————

Ini buku penting dan seharusnya dibaca oleh siapapun yang berkomitmen untuk memperluas ruang kebebasan dan demokrasi di Indonesia. I Wayan Suardana (alias gendo) ditangkap dan dipenjarakan pada Januari 2005

“Kejahatan” apa yang dia lakukan? Dia tidak mencuri barang tetangga atau di toko. Dia tidak mencuri triliunan uang rakyat. Dia juga tidak merusak harta benda orang lain atau menyerang seseorang secara fisik. Dia tidak memperkosa, menyiksa, ataupun membunuh seseorang. Dia tidak melakukan pengeboman terhadap masyarakat yang tidak berdosa, termasuk pekerja rumah makan atau night club.

Gendo di penjara karena “kejahatan” ekpresi politik. Persisnya pada saat unjuk rasa damai di Bali pada bulan Desember 2004, Gendo dan teman-temannya membakar foto President Susilo Bambang Yudhoyono.

Mengapa Gendo dan teman-temannya melakukan hal ini? Dan mengapa pula pemerintah menganggap Gendo sebagai seorang penjahat?

(more…)

Gerakan Mahasiswa dalam Manuver Borjuasi Nasional

Wednesday, June 11th, 2008

Melenyapkan kejahatan adalah awal dari kebajikan, dan menyingkirkan kebodohan adalah awal dari kebijaksanaan. (Gerard M Hopkins)

Mencermati perjalanan reformasi seiring dengan proses transformasi kepemimpinan nasional, ada beberapa hal yang patut disimak. Berbagai hal kegiatan yang berbau politik muncul dipermukaan, dari yang serius bahkan sampai yang bersifat dagelan muncul tanpa ada rem cakram pencegahnya alias blong.

Perubahan dan guliran konstelasi politik sedemikian cepat meninggalkan stasiun per stasiun, di mulai sidang umum dengan terpilihnya presiden baru Gus Dur sampai kemudian mengalami eskalasi kepada terselenggaranya Sidang tahunan MPR. Reformasi total yang dulu digembar-gemborkan oleh mahasiswa dan bahkan telah sempat untuk membangunkan kesadaran rakyat pada kesadaran riil kini mulai mengalami pembiasan.

(more…)